Uptodai.com - Rivalitas abadi antara Macan Kemayoran dan Maung Bandung selalu menyajikan kisah yang melampaui sekadar pertandingan sepak bola. Salah satu momen paling dramatis dan kontroversial terjadi dalam pertemuan Persija Persib Liga 1 2017, sebuah laga yang berakhir prematur dan menyisakan perdebatan panjang di kalangan suporter kedua tim.

Pertandingan tersebut digelar di tempat netral, yakni Stadion Manahan, Solo, pada 3 November 2017. Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan sudah terasa sangat tinggi, ditambah dengan guyuran hujan deras yang membuat kondisi lapangan menjadi licin dan permainan berjalan keras.

Misteri Gol Ezechiel N’Douassel yang Ditolak Wasit

Babak pertama menjadi saksi bisu insiden yang kemudian mengubah total jalannya pertandingan. Pada menit ke-23, penyerang andalan Persib saat itu, Ezechiel N’Douassel, berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan tajam ke arah gawang Persija.

Bola terlihat jelas membentur jaring bagian dalam gawang sebelum memantul kembali ke lapangan. Para pemain Persib langsung merayakan gol tersebut, yakin bahwa mereka telah unggul 1-0 atas rival bebuyutan mereka.

Namun demikian, wasit asal Australia, Shaun Evans, memiliki pandangan berbeda. Ia secara mengejutkan memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut, sebuah keputusan yang langsung memicu badai protes dari bangku cadangan dan pemain Maung Bandung. Keputusan kontroversial ini menjadi titik awal memanasnya emosi yang terus memuncak hingga babak kedua.

Titik Didih Emosi: Penalti dan Kartu Merah Vujovic

Memasuki paruh kedua, Persija Jakarta berhasil memanfaatkan momentum yang ada. Mereka mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-76, dan Bruno Lopes sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, membuat Macan Kemayoran unggul 1-0.

Situasi semakin sulit bagi Persib Bandung tak lama setelah gol itu. Bek andalan mereka, Vladimir Vujovic, diganjar kartu merah oleh wasit Shaun Evans setelah dianggap melakukan protes yang terlalu berlebihan. Pengusiran Vujovic membuat Persib harus bermain dengan sepuluh orang, menambah frustrasi tim tamu atas rentetan keputusan yang dinilai merugikan mereka.

Kekecewaan yang memuncak atas dianulirnya gol Ezechiel dan kartu merah Vujovic membuat manajemen Persib mengambil langkah ekstrem. Manajer tim saat itu, Umuh Muchtar, memutuskan masuk ke lapangan dan memerintahkan seluruh pemain untuk meninggalkan pertandingan.

Keputusan Walk Out dan Dampak Sanksi PSSI Persib 2017

Para pemain Persib menuruti instruksi manajer mereka dan berkumpul di pinggir lapangan, menolak untuk melanjutkan sisa waktu pertandingan. Setelah menunggu beberapa menit dan melihat Maung Bandung tidak kembali ke posisi mereka, wasit Shaun Evans meniup peluit panjang pada menit ke-83, secara resmi mengakhiri laga tersebut.

Berdasarkan regulasi kompetisi yang berlaku, tindakan Persib tersebut dikategorikan sebagai mogok bertanding atau walk out (WO). Konsekuensinya, PSSI segera menjatuhkan sanksi PSSI Persib 2017 yang tegas.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memutuskan bahwa Persija Jakarta otomatis memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Selain itu, Persib juga dijatuhi hukuman denda yang cukup besar. Momen ini menjadi catatan kelam bagi Persib, namun sebaliknya, menjadi kemenangan yang didapatkan Persija tanpa harus menyelesaikan pertandingan.

Drama di Manahan Solo tersebut tidak hanya memberikan tiga poin krusial bagi Persija, tetapi juga menambah bumbu sejarah dalam rivalitas klasik kedua tim. Hingga kini, insiden Persib Walk Out Persija tetap dikenang sebagai salah satu episode paling kontroversial dalam sejarah Liga 1.