Uptodai.com - Kemenangan Semen Padang atas PSBS Biak menjadi momen emosional bagi pelatih anyar, Imran Nahumarury, dalam laga debutnya. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) malam, tim berjuluk Kabau Sirah sukses mengamankan tiga poin krusial. Skor akhir 2-0 menjadi bukti ketajaman lini depan Semen Padang yang tampil lebih efektif sepanjang babak kedua.

Hasil positif ini membawa dampak signifikan bagi posisi tim di papan klasemen sementara. Semen Padang kini berhasil menyalip PSBS Biak dan naik ke peringkat 16 dengan koleksi 20 poin. Sementara itu, tim Badai Pasifik harus rela turun satu peringkat ke posisi 17 dengan raihan 18 poin setelah gagal mencuri angka di Sleman.

Dominasi PSBS Biak di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, PSBS Biak sebenarnya tampil sangat agresif dan terus menekan pertahanan lawan. Sandro Sene Anibal Embalo memberikan ancaman pertama pada menit ketujuh melalui tembakan jarak jauh yang sangat keras. Beruntung, barisan pertahanan Semen Padang masih cukup disiplin untuk memblok bola yang mengarah ke gawang tersebut.

Hanya berselang dua menit, giliran Kianz Gonzalez Froese yang menciptakan peluang berbahaya di dalam kotak penalti. Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh Ilham Udin Armaiyn dan Damianus Adiman Putra untuk membongkar pertahanan lawan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang-peluang emas tersebut terbuang percuma tanpa menghasilkan gol.

Semen Padang sendiri tidak tinggal diam dan mencoba keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat. Firman Juliansyah dan Jaime Andres Giraldo Ocampo sempat memberikan ancaman balasan ke gawang PSBS Biak. Meskipun kedua tim saling jual beli serangan, babak pertama akhirnya ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Strategi Jitu Imran Nahumarury di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, debut manis Imran Nahumarury mulai terlihat melalui perubahan taktik yang lebih berani. Meskipun Ruyery Alfonso Blanco Yus dari PSBS Biak beberapa kali mengancam, koordinasi lini belakang Semen Padang tampil jauh lebih solid. Fokus para pemain tetap terjaga meski terus digempur oleh lini serang tim tamu yang haus gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-71 melalui aksi gemilang Guillermo Fernandez Hierro. Penyerang asing tersebut sukses mengonversi peluang menjadi gol yang membuat pendukung Kabau Sirah bersorak gembira. Gol ini seolah menjadi titik balik kepercayaan diri para pemain Semen Padang untuk terus menekan di sisa waktu pertandingan.

Irsyad Maulana yang masuk sebagai tenaga baru juga memberikan dampak instan bagi kreativitas serangan tim. Ia hampir saja menambah keunggulan jika peluangnya tidak digagalkan oleh kiper lawan dengan penyelamatan gemilang. Tekanan demi tekanan terus diberikan Semen Padang guna mengunci kemenangan di menit-menit krusial.

Brace Guillermo Fernandez Hierro Kunci Tiga Poin

Wasit memberikan tambahan waktu lima menit yang terasa sangat menegangkan bagi kedua kesebelasan. PSBS Biak mencoba mengerahkan seluruh pemainnya ke depan demi menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Namun, justru Semen Padang yang berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan yang mulai terbuka lebar.

Melalui skema serangan yang rapi, Irsyad Maulana melepaskan umpan matang yang disambut dengan sempurna oleh Guillermo Fernandez Hierro. Gol kedua ini lahir di masa injury time sekaligus memastikan kemenangan Semen Padang atas PSBS Biak dengan skor meyakinkan 2-0. Penampilan klinis Guillermo malam itu menjadikannya pahlawan bagi publik Sumatera Barat.

Pertandingan ini sekaligus menjadi laga penutup bagi kedua tim sebelum memasuki jeda kompetisi di bulan Ramadan. PSBS Biak dijadwalkan akan melanjutkan perjuangan mereka di Super League dengan menghadapi Bali United pada 6 April 2026 mendatang. Sementara itu, Semen Padang akan menghadapi ujian berat saat menjamu Persib Bandung pada 5 April 2026.

Susunan Pemain PSBS Biak: Aldo Geraldo Manuel Monteiro (GK); George Peter Brown, Myeonghyeon Hwang, Sandro Sene Anibal Embalo, Pablo Andrade Plaza da Silva; Eduardo Miguel Ramos Barbosa, Damianus Adiman Putra; Heri Susanto, Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos, Ilham Udin Armaiyn; Mohcine Hassan Nader.