7 Game PS4 Performa Buruk yang Terasa Berat Dimainkan
Uptodai.com - Sejak diluncurkan pada tahun 2013, PlayStation 4 (PS4) telah menjadi salah satu konsol terlaris sepanjang masa. Konsol ini berhasil membawa peningkatan signifikan dari pendahulunya, PS3, dan membangun basis pemain yang sangat masif di seluruh dunia. Bahkan setelah kehadiran PS5, PS4 masih terus menerima rilisan game baru yang ambisius.
Sayangnya, usia perangkat keras yang sudah lebih dari satu dekade mulai menunjukkan dampaknya. Sejumlah judul AAA terbaru, yang dirancang untuk memanfaatkan kekuatan konsol generasi terkini, sering kali mengalami kendala ketika dipaksa berjalan di hardware PS4 yang terbatas. Akibatnya, pengalaman bermain menjadi terganggu, ditandai dengan frame-rate yang tidak stabil dan waktu pemuatan (loading time) yang sangat panjang. Berikut adalah daftar 7 game PS4 performa buruk yang membuat pengalaman bermain terasa kurang optimal.
Cyberpunk 2077: Bencana Rilis di Konsol Generasi Lama
Ketika dirilis pada akhir 2020, versi konsol lama dari Cyberpunk 2077 menjadi studi kasus kegagalan teknis yang paling disorot. CD Projekt Red merilis game ini untuk PS4 dan Xbox One, tetapi hasilnya jauh dari kata memuaskan. Versi basis PS4 tampak seperti permainan yang belum selesai, dengan tekstur yang buram dan pop-in objek yang ekstrem.
Masalah terparah terletak pada stabilitas performa. Frame-rate sering anjlok drastis, terutama di area padat seperti Night City, membuat aksi tembak-menembak terasa patah-patah dan sulit dinikmati. Meskipun pembaruan besar telah memperbaiki banyak isu, versi PS4 tetap menunjukkan betapa jauhnya ambisi game ini melampaui kemampuan hardware konsol tersebut.
Bloodborne: Loading Time yang Menguji Kesabaran
Bloodborne seringkali dinobatkan sebagai salah satu game eksklusif terbaik yang pernah dimiliki PS4. Namun, di balik desain level yang brilian dan atmosfer gothic yang kental, terdapat kekurangan teknis yang cukup mengganggu. Mengingat tingkat kesulitan game FromSoftware yang tinggi, pemain akan sering mati dan terpaksa mengulang.
Proses pengulangan ini diperparah oleh waktu pemuatan yang sangat lama, yang pada awal rilis bisa mencapai satu hingga dua menit per kematian. Selain itu, game ini terkunci pada 30 frame per second (fps), yang bagi sebagian besar pemain genre aksi cepat terasa kurang responsif. Keterbatasan ini semakin terasa karena Bloodborne belum mendapatkan patch resmi untuk meningkatkan performa di PS5.
Control: Ketika Efek Visual Menghancurkan FPS
Control, yang dirilis menjelang akhir siklus PS4, adalah game yang sangat bergantung pada fisika dan efek partikel yang intens. Sayangnya, inilah yang menjadi bumerang bagi performa di konsol generasi lama. Selama adegan pertarungan yang intens, terutama saat banyak puing beterbangan, PS4 sering mengalami penurunan frame-rate yang signifikan.
Penurunan performa ini tidak hanya membuat visual menjadi kurang mulus, tetapi juga memicu masalah audio yang tersendat. Meskipun Remedy Entertainment telah merilis serangkaian pembaruan untuk menstabilkan performa, versi terbaik dari Control baru benar-benar dapat dinikmati melalui edisi next-gen yang hadir di PS5.
Monster Hunter: World: Dunia Terbuka yang Terlalu Padat
Monster Hunter: World merupakan lompatan besar bagi waralaba ini, menawarkan area berburu yang luas, tanpa layar pemuatan antar zona. Namun, kepadatan ekosistem dan detail visual yang tinggi di dunia New World menuntut kinerja keras dari PS4.
Ketika pemain memasuki area baru atau saat pertarungan besar dengan monster yang melibatkan banyak efek api dan ledakan, frame-rate cenderung tidak konsisten. Selain itu, waktu loading awal untuk memulai misi berburu juga terasa cukup memakan waktu, mengganggu alur bermain yang seharusnya cepat dan dinamis.
Final Fantasy XV: Ketidakstabilan di Dunia Terbuka
Final Fantasy XV (FFXV) menawarkan dunia terbuka yang indah, tetapi ambisi visualnya terbentur oleh spesifikasi PS4. Pada saat rilis, FFXV terkenal memiliki performa yang sangat tidak stabil, terutama saat Noctis dan teman-temannya menjelajahi area luar kota Lucis.
Resolusi sering kali turun drastis, dan frame-rate berfluktuasi liar, terutama ketika kecepatan kendaraan atau aksi pertarungan meningkat. Meskipun versi Royal Edition dan pembaruan selanjutnya telah memperbaiki banyak masalah, performa dasar di PS4 tetap jauh dari ideal dibandingkan versi konsol yang lebih baru.
Just Cause 3: Ledakan yang Membuat Konsol Menangis
Waralaba Just Cause selalu identik dengan kekacauan dan ledakan masif. Just Cause 3 membawa elemen kehancuran ke tingkat yang baru, tetapi PS4 tidak mampu mengatasinya. Game ini berjalan cukup lancar selama eksplorasi biasa.
Namun, begitu pemain memicu rantai ledakan besar—yang notabene adalah daya tarik utama game ini—frame-rate akan langsung anjlok hingga mencapai angka belasan. Situasi ini membuat momen-momen paling seru dalam permainan menjadi hampir tidak dapat dimainkan karena lag yang ekstrem.
The Witcher 3: Wild Hunt (Versi Rilis Awal)
Sama seperti Cyberpunk 2077, The Witcher 3: Wild Hunt adalah judul raksasa yang membutuhkan banyak perbaikan pasca-rilis. Versi awal PS4 mengalami masalah performa yang signifikan, terutama di area kota besar seperti Novigrad.
Pemain sering melaporkan texture pop-in yang mencolok dan frame-rate yang tidak stabil saat berkuda melalui lingkungan padat. Meskipun CD Projekt Red berhasil memperbaiki sebagian besar masalah ini melalui patch masif, performa awal game ini menunjukkan bagaimana judul open-world yang ambisius dapat membebani PS4 secara berlebihan.
Masa Depan Gaming: Keterbatasan Hardware PS4
Daftar game ini menegaskan bahwa PS4 telah mencapai batas kemampuannya dalam menjalankan judul-judul AAA modern. Para pengembang kini dipaksa untuk memilih antara mengorbankan kualitas visual atau mengorbankan stabilitas performa demi mendukung basis pemain PS4 yang besar.
Oleh karena itu, bagi para pemain yang ingin menikmati pengalaman bermain game-game ambisius ini tanpa kendala teknis, migrasi ke PS5 atau PC yang lebih kuat menjadi solusi yang paling masuk akal. Hal ini memastikan bahwa visual dan performa yang dijanjikan oleh pengembang dapat terealisasi sepenuhnya.