Uptodai.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) segera bersiap untuk menetapkan awal puasa tahun ini. Pertanyaan mengenai kapan 1 Ramadan 2026 ditetapkan menjadi fokus utama seluruh masyarakat muslim di Tanah Air. Penentuan tanggal mulia ini dilakukan melalui mekanisme Sidang Isbat yang melibatkan berbagai pihak kompeten.

Acara sakral tersebut telah dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sidang krusial ini direncanakan akan dimulai tepat pukul 16.00 WIB.

Pendekatan Integrasi Hisab dan Rukyat

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa pemerintah tetap teguh menggunakan pendekatan integrasi. Pendekatan ini menggabungkan perhitungan hisab (astronomi) dan pengamatan langsung atau rukyatul hilal. Metode integratif ini dinilai sangat penting untuk menjembatani perbedaan pandangan yang selama ini digunakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam (Ormas) di Indonesia.

Penerapan metode ganda ini bertujuan menciptakan kesamaan pandangan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Hal ini sekaligus memastikan bahwa penetapan yang dilakukan Kemenag memiliki landasan ilmiah sekaligus syariat yang kuat.

Sidang Isbat bukan sekadar pertemuan internal Kemenag, melainkan forum yang sangat komprehensif. Forum ini akan menghadirkan perwakilan dari Ormas Islam besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dan Hidayatullah.

Selain itu, para pakar falak dan astronomi dari lembaga negara juga turut serta. Mereka berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Planetarium, serta sejumlah observatorium terkemuka di Indonesia.

Perkiraan Tanggal Awal Puasa 1 Ramadan 2026

Berdasarkan perhitungan awal, penetapan 1 Ramadan 2026 ditetapkan dengan dua potensi tanggal. Jika kriteria hilal telah terpenuhi dan teramati oleh tim di lapangan, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.

Namun, apabila hilal belum mencapai batas minimal visibilitas atau tidak teramati, maka potensi awal puasa akan mundur. Jika demikian, 1 Ramadan 2026 berpotensi dimulai pada 19 Februari 2026. Keputusan resmi dan final baru akan diumumkan pemerintah setelah seluruh tahapan sidang Isbat rampung dilaksanakan.

Tahapan Krusial dalam Sidang Isbat

Proses penetapan awal bulan Hijriah ini dilaksanakan secara bertahap dan transparan. Tahap pertama adalah pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan hisab oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Pemaparan ini memberikan gambaran ilmiah mengenai posisi bulan saat matahari terbenam.

Setelah pemaparan hisab selesai, tim akan menerima laporan hasil rukyatul hilal. Laporan ini dikumpulkan dari berbagai titik pemantauan resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasil observasi langsung ini menjadi penentu utama apakah hilal benar-benar terlihat.

Hasil perhitungan dan pengamatan tersebut kemudian dibawa ke dalam sidang penetapan tertutup. Setelah keputusan final dicapai, Menteri Agama akan mengumumkan hasilnya kepada publik melalui konferensi pers yang diselenggarakan segera setelah sidang selesai.

Sidang ini juga memiliki bobot kenegaraan yang tinggi. Rencananya, acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, hingga perwakilan duta besar negara sahabat juga dijadwalkan hadir untuk menyaksikan proses penetapan ini.