Uptodai.com - Makanan laut, khususnya ikan, dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi dan kaya akan asam lemak omega-3 yang esensial bagi tubuh. Konsumsi ikan secara teratur sangat dianjurkan karena manfaatnya yang besar bagi kesehatan jantung dan perkembangan otak.

Namun, di balik manfaatnya, ada potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama terkait ikan yang mengandung merkuri tinggi. Merkuri adalah zat neurotoksin yang berbahaya, yang masuk ke lingkungan perairan melalui berbagai aktivitas manusia dan proses alam.

Zat beracun ini umumnya berasal dari pembakaran batu bara, pertambangan, dan pembuangan limbah industri yang kemudian mencemari laut dan sungai. Setelah berada di air, merkuri akan berubah menjadi metilmerkuri, bentuk yang paling mudah diserap oleh organisme hidup.

Metilmerkuri kemudian bergerak melalui rantai makanan, sebuah proses yang dikenal sebagai biomagnifikasi. Ikan-ikan kecil menyerapnya, lalu dimangsa oleh ikan yang lebih besar dan berumur panjang. Akibatnya, ikan predator besar cenderung mengakumulasi kadar merkuri yang jauh lebih tinggi dalam jaringan tubuhnya.

Memahami Risiko Merkuri dan Cara Menguranginya

Kadar merkuri yang terakumulasi dalam tubuh ikan tidak akan hilang meski dimasak dengan cara apa pun, baik digoreng, dibakar, atau direbus. Konsumsi metilmerkuri dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, ginjal, dan berisiko tinggi bagi ibu hamil serta anak-anak.

Oleh karena itu, satu-satunya cara efektif untuk mengurangi risiko kesehatan adalah dengan memilih jenis ikan yang dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengeluarkan daftar ikan yang memiliki kandungan merkuri di atas batas aman. Berikut adalah sembilan jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi dan patut dibatasi konsumsinya:

9 Jenis Ikan dengan Kandungan Merkuri Paling Tinggi

1. Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm)

Tilefish dikenal sebagai salah satu ikan dengan kandungan merkuri tertinggi yang tercatat, mencapai 1,123 bagian per juta (ppm). Ikan ini memiliki durasi hidup yang sangat lama dibandingkan spesies lain, yang menjadi alasan utama tingginya akumulasi metilmerkuri dalam tubuhnya.

2. Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)

Ikan todak adalah predator laut yang populer dan sering disajikan dalam bentuk steak karena tekstur dagingnya yang tebal, lembut, dan gurih. Meskipun lezat, kandungan merkurinya sangat mendekati 1 ppm, menjadikannya salah satu yang paling dihindari.

3. Ikan Hiu (0,979 ppm)

Meskipun ikan hiu merupakan predator puncak dan dilindungi di banyak wilayah, dagingnya masih dikonsumsi di beberapa budaya tertentu. Karena ukurannya yang besar dan posisinya di puncak rantai makanan, hiu memiliki kadar merkuri yang sangat tinggi.

4. Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna (0.689 ppm)

Tuna Mata Besar sering digunakan untuk sashimi atau sushi karena kualitas dagingnya yang premium. Namun, dibandingkan jenis tuna lainnya, Tuna Mata Besar cenderung memiliki kandungan merkuri yang jauh lebih tinggi karena ukurannya yang besar dan usia hidup yang lebih panjang.

5. Ikan King Mackerel (0,730 ppm)

King Mackerel berbeda jauh dengan makarel kalengan yang biasa kita temukan di supermarket. Jenis ini adalah ikan berukuran besar yang berat rata-ratanya bisa mencapai puluhan kilogram. Ikan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi rutin karena tingginya kadar merkuri.

6. Ikan Orange Roughy (0,571 ppm)

Orange Roughy adalah ikan predator yang hidup di perairan dalam dan memiliki umur yang sangat panjang, terkadang mencapai lebih dari 100 tahun. Umur panjang inilah yang menyebabkan akumulasi merkuri yang signifikan, meskipun kadar ppm-nya sedikit lebih rendah dari ikan predator lainnya.

7. Ikan Marlin (0,485 ppm)

Marlin adalah ikan besar yang terkenal dengan moncongnya yang panjang dan tajam. Sama seperti todak, marlin adalah predator cepat yang menempati posisi tinggi dalam rantai makanan laut. Oleh karena itu, konsumsi marlin perlu dibatasi, terutama bagi kelompok rentan.

8. Ikan Tuna (0,350 ppm)

Berbagai jenis tuna, seperti Albacore atau Yellowfin, juga memiliki kandungan merkuri yang perlu diperhatikan. Meskipun kadarnya lebih rendah dari Big Eye Tuna, konsumsi tuna kalengan jenis Albacore, misalnya, harus dibatasi, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil.

9. Ikan Baramundi atau Bass (0.167 ppm)

Ikan Baramundi atau Bass memiliki kadar merkuri yang relatif lebih rendah dibandingkan delapan ikan sebelumnya. Namun, ikan ini masih masuk dalam kategori yang perlu diwaspadai jika dikonsumsi dalam porsi besar dan frekuensi tinggi secara berkelanjutan.

Tips Aman Mengonsumsi Ikan

Untuk memastikan asupan protein dan omega-3 tetap optimal tanpa risiko merkuri berlebihan, FDA menyarankan masyarakat memilih ikan yang ukurannya lebih kecil dan berumur pendek. Contoh ikan yang aman dan rendah merkuri meliputi salmon, udang, ikan lele, ikan mas, dan ikan sarden.

Bagi wanita hamil atau menyusui, serta anak-anak kecil, batasan konsumsi ikan yang mengandung merkuri tinggi harus lebih ketat. Prioritaskan ikan yang rendah merkuri dan batasi konsumsi ikan predator besar maksimal satu porsi kecil per minggu untuk meminimalisir risiko paparan metilmerkuri.