Uptodai.com - Skoliosis tak mengenal usia, sebuah fakta kesehatan yang menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat, baik orang tua maupun individu dewasa. Kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan bentuk melengkung ini sering kali luput dari perhatian, padahal deteksi dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Faktor keturunan memainkan peran signifikan dalam risiko terjadinya skoliosis. Oleh karena itu, para orang tua perlu secara proaktif memantau postur tubuh anak mereka, terutama di tengah kesibukan harian. Memahami gejala dan penanganan yang tepat menjadi langkah preventif terbaik agar kondisi tulang belakang tidak semakin memburuk seiring waktu.

Mengapa Skoliosis Tak Mengenal Usia?

Meskipun skoliosis umumnya terdiagnosis sejak masa kanak-kanak, kondisi ini juga dapat muncul atau memburuk pada usia dewasa. Skoliosis pada orang dewasa dapat dibagi menjadi dua jenis utama. Pertama adalah skoliosis yang terjadi akibat proses penuaan alami atau degeneratif.

Kedua, kasus skoliosis yang sebetulnya sudah ada sejak kecil namun tidak pernah terdiagnosis atau tidak mendapatkan penanganan yang memadai. Kelengkungan tulang belakang ini kemudian menimbulkan keluhan serius dan rasa sakit seiring bertambahnya usia penderitanya.

Tanda-Tanda Fisik Skoliosis yang Wajib Diperhatikan

Skoliosis sering ditandai dengan ketidakseimbangan pada tubuh yang mudah terlihat. Salah satu gejala paling umum adalah bahu dan pinggul yang tampak tidak sejajar. Jika diperhatikan lebih saksama, tulang belikat atau tulang rusuk mungkin terlihat lebih menonjol di salah satu sisi.

Selain itu, garis pinggang penderita sering kali tampak miring atau tidak simetris. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat disertai dengan nyeri kronis, penurunan tinggi badan, bahkan keluhan serius seperti napas pendek dan mudah kenyang. Gejala pernapasan dan pencernaan ini muncul akibat perubahan bentuk pada rongga dada dan perut yang tertekan oleh kelengkungan tulang belakang.

Tiga Langkah Penanganan Skoliosis Berdasarkan Tingkat Keparahan

Penanganan skoliosis sepenuhnya bergantung pada tingkat kelengkungan tulang belakang pasien. Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk rontgen, untuk menentukan derajat kelengkungan (Cobb angle) sebelum memutuskan terapi terbaik.

Menurut dr. Starifulkani Arif, Sp.OT (K), FICS, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang, penanganan dibagi berdasarkan tiga kategori utama kelengkungan.

Skoliosis Ringan (Kelengkungan di Bawah 25 Derajat)

Pada kasus di mana kelengkungan tulang belakang masih tergolong ringan, langkah penanganan utama yang diambil adalah observasi. Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin setiap enam bulan untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

Sementara itu, rontgen lanjutan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. Tujuan dari observasi ini adalah memastikan bahwa kelengkungan tulang belakang tidak bertambah parah seiring berjalannya waktu dan tidak menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Skoliosis Sedang (Kelengkungan 25 hingga 45 Derajat)

Ketika kelengkungan mencapai kategori sedang, penanganan harus lebih intensif. Dokter akan merekomendasikan penggunaan alat penyangga atau brace.

Fungsi utama dari brace adalah menahan tulang belakang agar kelengkungan tidak semakin memburuk dan membantu mengurangi keluhan nyeri yang dirasakan. Selain penggunaan alat bantu, terapi fisik juga sangat disarankan.

Terapi fisik ini bertujuan memperkuat otot-otot di sekitar tulang belakang, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan. Program terapi yang dilakukan biasanya mencakup peregangan, latihan penguatan otot inti (core muscle), dan aktivitas fisik dengan beban rendah seperti berenang.

Skoliosis Berat (Kelengkungan Lebih dari 45 Derajat)

Apabila tingkat kelengkungan sudah melebihi 45 derajat, kondisi tersebut dikategorikan sebagai skoliosis berat dan memerlukan intervensi bedah. Tindakan yang umum dilakukan adalah operasi spinal fusion.

Operasi spinal fusion merupakan prosedur kompleks yang dirancang untuk mengatur kembali posisi tulang belakang. Setelah diatur, tulang-tulang tersebut kemudian digabungkan atau difusi agar menjadi satu tulang yang solid dan stabil. Tindakan ini sangat penting untuk menghilangkan penekanan yang terjadi pada saraf, sehingga mengurangi rasa sakit dan mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut.