AdaKami Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar untuk Sumatra
Uptodai.com - Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi di penghujung tahun 2025 telah menimbulkan kerugian signifikan di beberapa wilayah di Sumatra, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara infrastruktur dasar mengalami kerusakan parah akibat terjangan air dan lumpur.
Menanggapi situasi darurat tersebut, platform pembiayaan digital, AdaKami, menunjukkan kepeduliannya melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Melalui program AdaKami salurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar, perusahaan ini berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
AdaKami Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp1 Miliar
Dalam menjalankan program bantuan ini, AdaKami berkolaborasi erat dengan BenihBaik.com, sebuah platform donasi dan pengumpulan dana digital terkemuka. Kemitraan strategis ini memastikan bahwa penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, khususnya untuk korban banjir dan longsor Sumatra.
Bantuan senilai Rp1 miliar tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi prioritas utama pasca bencana. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap, dimulai sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, menjangkau langsung warga di lokasi terdampak.
Fokus Bantuan pada Kebutuhan Dasar dan Sanitasi Darurat
AdaKami memfokuskan penyaluran bantuan di enam titik krusial di wilayah Aceh, meliputi Kampung Durian Dusun Subur, Dusun Mesjid, Desa Blang Cut, Gampong Alue Ie Mirah, Dusun Pasi, dan Kota Lintang. Wilayah-wilayah ini dipilih berdasarkan tingkat kerusakan dan jumlah pengungsi yang memerlukan dukungan segera.
Dukungan utama yang diberikan adalah pendirian dapur umum serta penyediaan fasilitas sanitasi darurat. Dapur umum yang didirikan AdaKami dirancang untuk melayani hingga 100 orang setiap harinya, menyediakan tiga kali waktu makan guna menjamin asupan nutrisi bagi para pengungsi.
Selain itu, fasilitas sanitasi darurat juga disiapkan secara komprehensif. Setiap titik penyaluran dilengkapi dengan tandon air bersih berkapasitas 5.000 liter. Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai sangat krusial untuk mencegah timbulnya penyakit pasca bencana, memastikan proses pemulihan pasca bencana Aceh dapat berjalan lebih sehat.
Respons AdaKami dan Apresiasi dari OJK
Direktur Utama AdaKami, Bernardino Vega, menjelaskan bahwa respons perusahaan diarahkan pada dua aspek penting. Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar yang mendesak. Kedua, upaya mengurangi tekanan finansial yang mungkin dialami oleh pengguna platform yang turut terdampak oleh bencana.
“Sebagai platform pembiayaan digital yang berkembang bersama masyarakat, kami berupaya memastikan respons yang diberikan tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Bernardino Vega dalam keterangan resminya. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam proses pemulihan yang lebih berimbang,” tambahnya.
Inisiatif kolaboratif yang dilakukan AdaKami ini turut mendapat apresiasi positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Indra, menilai bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian yang patut dicontoh.
“Kami menilai bahwa Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang sehat dan tumbuh berkelanjutan adalah LJK yang mampu menyeimbangkan kinerja keuangan dengan inovasi, kepatuhan, dan kepedulian sosial,” ungkap Indra. Ia berharap inisiatif sosial yang dilakukan AdaKami dapat menjadi inspirasi bagi penyedia pinjaman digital lainnya.
Menanggapi kolaborasi penyaluran bantuan AdaKami ini, Founder & CEO BenihBaik.com, Andy F. Noya, menekankan bahwa meskipun air banjir mulai surut, tantangan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap tinggi. Kolaborasi ini berperan penting dalam memastikan akses pangan dan sanitasi tetap tersedia selama masa kritis pemulihan.
Dukungan ini membuktikan bahwa sektor industri teknologi keuangan (Fintech) tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki peran aktif dalam mendukung ketahanan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.