Sejarah! Lifting Minyak RI Tembus Target APBN, DPR Puji Bahlil
Uptodai.com - Kabar baik datang dari sektor energi nasional. Realisasi produksi minyak siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sepanjang tahun 2025 berhasil mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pencapaian ini disambut positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, terutama karena Lifting minyak RI tembus target merupakan peristiwa langka yang tidak terjadi selama hampir satu dekade terakhir.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi lifting minyak mencapai 605.300 barel per hari (bph). Angka tersebut tipis melampaui target yang dicanangkan pemerintah, yakni 605.000 bph, atau setara dengan 100,05% dari target. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa keberhasilan ini memutus rantai kegagalan pencapaian target produksi yang sudah berlangsung lama.
“Dalam sepuluh tahun ke belakang, target lifting minyak tidak pernah tercapai. Baru pada tahun 2025 ini kita berhasil mencapai target tersebut,” ujar Bahlil. Ia menambahkan, pencapaian serupa terakhir kali terjadi pada periode 2008, saat Blok Cepu (Banyu Urip) mulai berproduksi secara masif, dan sempat terulang singkat pada tahun 2015 dan 2016, sebelum akhirnya kembali meleset.
DPR Apresiasi Kinerja Bahlil Lahadalia di Sektor Hulu Migas
Komisi VII DPR RI, melalui Ketua Komisi Bambang Patijaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kementerian ESDM. Menurutnya, realisasi produksi yang berhasil melampaui asumsi makro APBN ini adalah perkembangan yang sangat positif, mengingat sektor energi kerap menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan laju produksi.
Bambang Patijaya secara tegas menyatakan bahwa pencapaian ini adalah yang pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya kepemimpinan yang kuat dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta implementasi kerja nyata yang terukur di lapangan.
“Pemerintah berhasil menghadirkan perbaikan nyata dalam pengelolaan sektor hulu migas. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari leadership yang solid di Kementerian ESDM,” jelas Bambang dalam keterangan tertulisnya.
Strategi Optimalisasi dan Dampak Keuangan Negara
Keberhasilan mencapai target lifting minyak ini tidak terjadi secara kebetulan. DPR menilai, langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalisasi lapangan-lapangan eksisting yang sudah tua menjadi kunci utama. Selain itu, percepatan pengembangan lapangan-lapangan baru juga dinilai efektif untuk menahan laju penurunan produksi alamiah (natural decline rate) yang biasanya terjadi pada sumur-sumur minyak di Indonesia.
Sektor ESDM bukan hanya unggul dalam aspek produksi, tetapi juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan negara. Bambang Patijaya menyoroti kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM yang melonjak hingga sekitar 180%.
Peningkatan penerimaan tersebut memiliki peran krusial bagi keuangan negara. Pasalnya, sektor ESDM berkontribusi sekitar 16% terhadap total penerimaan negara dalam APBN. Kenaikan PNBP yang masif ini tentu memberikan bantalan fiskal yang kuat bagi pemerintah.
Dengan fondasi produksi yang kini lebih kuat, ditunjang oleh peningkatan PNBP yang signifikan, DPR optimistis kinerja sektor hulu migas dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Kepemimpinan yang solid di Kementerian ESDM diharapkan mampu menjaga momentum positif ini, memastikan kontribusi sektor energi terhadap perekonomian nasional terus tumbuh dan stabil di masa mendatang.