Uptodai.com - Minat investasi asing ke Indonesia terpantau masih sangat tinggi meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini sedang mengalami ketidakpastian hebat. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa para investor mancanegara tetap melihat Indonesia sebagai tujuan yang menjanjikan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Rosan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pertemuan dengan pengusaha kelas dunia. Menurutnya, ketertarikan investor tidak hanya datang dari perusahaan skala besar, melainkan juga pelaku usaha menengah yang ingin berekspansi.

Rosan menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri maupun ketika menerima tamu di dalam negeri. Para pengusaha global secara terbuka menyatakan ketertarikan mereka terhadap potensi pasar dan stabilitas ekonomi yang Indonesia tawarkan saat ini.

Capaian Investasi Kuartal I 2026 Lampaui Target

Realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencatatkan angka yang cukup fantastis yakni mencapai Rp 498,79 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 7,22 persen jika kita bandingkan secara tahunan atau year on year (yoy) dengan periode sebelumnya.

Dari total tersebut, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang kontribusi yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Investor asing telah menyuntikkan dana sebesar Rp 249,94 triliun ke berbagai sektor strategis yang tersebar di seluruh wilayah tanah air.

Tingginya angka realisasi ini membuktikan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah mampu meredam kekhawatiran akibat perang dan gejolak geoekonomi. Para pemodal tetap percaya bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal yang terus berubah.

Komitmen Investasi dari Jepang, Korea, dan China

Rosan mengungkapkan bahwa beberapa negara mitra utama telah memberikan komitmen investasi baru yang nilainya sangat besar. Jepang misalnya, berencana menggelontorkan dana hampir mencapai US$ 30 miliar untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur dan industri di Indonesia.

Selain Jepang, Korea Selatan juga menunjukkan antusiasme serupa dengan komitmen investasi lebih dari US$ 10 miliar. Aliran modal ini menyasar sektor-sektor teknologi tinggi dan manufaktur yang menjadi prioritas pengembangan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, China tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu investor terbesar dengan aliran modal yang sangat terjaga. Pemerintah mencatat bahwa investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut terus mengalir secara konsisten ke sektor hilirisasi mineral dan energi hijau.

Target Ambisius Menuju Tahun 2029

Jika menilik data historis, tren masuknya modal ke Indonesia memang mengalami lonjakan yang luar biasa dalam sepuluh tahun terakhir. Sepanjang periode 2014 hingga 2024, total investasi yang masuk ke kantong negara tercatat menembus angka Rp 9.100 triliun.

Pemerintah kini mematok target yang jauh lebih ambisius untuk periode kepemimpinan 2025 hingga 2029 mendatang. Rosan menyebutkan bahwa target realisasi investasi secara kumulatif diharapkan bisa melampaui angka Rp 13.000 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Keberhasilan mencapai target-target ini menjadi bukti nyata bahwa stabilitas nasional tetap terjaga dengan sangat baik. Pemerintah terus berkomitmen memastikan iklim usaha tetap kondusif bagi para pemodal lama maupun investor baru yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan berbagai komitmen yang sudah ada, optimisme terhadap penguatan ekonomi nasional semakin nyata di depan mata. Aliran modal asing ini diharapkan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru dan mempercepat transformasi digital di berbagai lini industri nasional.