Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan segera melakukan langkah tegas untuk Prabowo tertibkan pengamat ekonomi yang dinilai tidak patriotik dan gemar menghasut masyarakat. Pernyataan keras ini muncul setelah adanya laporan mengenai oknum yang menyebarkan narasi negatif mengenai kondisi finansial negara di tengah upaya pemerintah melakukan stabilisasi.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, sang Kepala Negara menyoroti pihak-pihak yang memiliki agenda di luar kepentingan bangsa. Beliau memandang sikap tersebut sangat sempit dan mungkin didasari oleh rasa kekecewaan politik pasca pemilihan umum. Prabowo menilai narasi yang mereka bangun tidak memiliki dasar kuat dan justru berpotensi memecah belah opini publik.

Ancaman Penertiban Berdasarkan Data Intelijen

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya kini memiliki akses penuh terhadap data intelijen harian yang sangat akurat dan mendalam. Hal ini memungkinkannya untuk memantau siapa saja pihak yang mendanai gerakan provokasi di ruang publik. Presiden menegaskan bahwa setiap pergerakan yang bertujuan mengganggu stabilitas nasional akan terpantau oleh radar pemerintah.

Beliau membandingkan posisinya saat ini dengan masa lalu ketika masih berada di luar lingkaran pemerintahan. Sebagai Presiden, Prabowo merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas nasional dari gangguan informasi yang menyesatkan. Ia tidak akan membiarkan oknum tertentu terus-menerus merusak kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah melalui data yang dimanipulasi.

Bantahan Menkeu Terkait Isu Resesi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya melaporkan adanya fenomena aneh dari beberapa ekonom yang menyebut Indonesia sedang menuju jurang kehancuran. Padahal, data lapangan menunjukkan fakta yang berbanding terbalik dengan narasi suram tersebut. Purbaya merasa perlu meluruskan informasi ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat akar rumput.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia 2026 sebenarnya sedang berada dalam fase akselerasi yang sangat kuat. Berbagai indikator makro menunjukkan tren positif yang signifikan dibandingkan dengan tekanan pada tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus melaju seiring dengan kebijakan fiskal yang tepat sasaran.

Indikator Positif Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur per Februari 2026 mencatatkan rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir pada level 53,8. Selain itu, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga bertahan kokoh di angka 125,2 yang menunjukkan optimisme publik. Angka-angka ini menjadi bukti kuat bahwa roda ekonomi terus berputar ke arah yang benar.

Sektor riil juga menunjukkan gairah yang luar biasa dengan kenaikan penjualan mobil mencapai 12,2 persen pada bulan yang sama. Pertumbuhan ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya dan semakin kencang. Mandiri Spending Index (MSI) yang menyentuh angka 360,7 semakin memperkuat data bahwa masyarakat aktif melakukan transaksi ekonomi.

Dampak Narasi Negatif di Media Sosial

Menkeu Purbaya menyayangkan banyaknya narasi ekonomi morat-marit yang sengaja disebarkan melalui platform media sosial seperti TikTok. Konten-konten tersebut sering kali mengabaikan data valid dan hanya bertujuan memicu kepanikan publik demi konten semata. Hal inilah yang memicu reaksi keras dari Presiden untuk segera melakukan penertiban terhadap para penghasut.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil saat ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi rakyat secara menyeluruh. Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ini demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Beliau meminta para pengamat untuk lebih objektif dan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau kelompok.