Uptodai.com - Laporan terbaru menunjukkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 resmi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, atau bertepatan dengan H-3 sebelum Lebaran. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan volume penumpang yang sangat signifikan pada hari tersebut. Pergerakan masyarakat tahun ini terlihat lebih masif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mengonfirmasi bahwa distribusi pemudik kini semakin merata di berbagai lini transportasi. Masyarakat tidak lagi hanya bertumpu pada satu jenis angkutan saja untuk pulang ke kampung halaman. Kondisi ini menciptakan dinamika baru dalam manajemen lalu lintas nasional selama masa libur panjang Idulfitri.

Daftar Moda Transportasi Favorit Pemudik pada H-3

Angkutan penyeberangan secara mengejutkan menempati posisi teratas sebagai moda transportasi favorit pemudik pada puncak arus mudik kali ini. Sebanyak 403.883 penumpang tercatat menggunakan jasa kapal feri untuk menyeberangi pulau. Tingginya angka ini menunjukkan ketergantungan masyarakat yang besar pada jalur laut, khususnya di titik-titik krusial seperti Merak-Bakauheni.

Menempel ketat di posisi kedua, moda transportasi kereta api tetap menjadi primadona bagi jutaan orang. Kemenhub mencatat sebanyak 401.238 penumpang menggunakan layanan kereta api antarkota maupun regional. Ketepatan waktu dan kenyamanan selama perjalanan menjadi alasan utama mengapa transportasi berbasis rel ini selalu habis dipesan jauh-jauh hari.

Sementara itu, sektor penerbangan juga mencatatkan angka yang tidak sedikit dengan total 311.836 penumpang domestik dan internasional. Di sisi lain, angkutan darat seperti bus dan travel melayani sekitar 232.016 penumpang pada hari yang sama. Menariknya, puncak pergerakan angkutan laut justru sudah terjadi lebih awal pada H-6 dengan total 105.936 penumpang.

Konektivitas Multimoda Memperlancar Pergerakan Masyarakat

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa pola mudik tahun ini menunjukkan kecenderungan multimoda yang semakin kuat. Masyarakat kini lebih fleksibel dalam mengombinasikan berbagai jenis transportasi untuk mencapai tujuan akhir mereka. Hal ini didukung oleh integrasi layanan transportasi yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Integrasi tersebut memungkinkan pemudik berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan lebih efisien dan cepat. Titis menekankan bahwa dominasi angkutan penyeberangan membuktikan mobilitas warga kini lebih tersebar secara geografis. Pemerintah terus berupaya menyediakan berbagai alternatif transportasi agar penumpukan penumpang di satu titik dapat diminimalisir.

Kenaikan Volume Penumpang Secara Nasional

Secara akumulatif, jumlah pengguna angkutan umum dari periode H-8 hingga H-2 mencapai angka yang fantastis, yakni 9.047.233 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10,79% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan pulihnya gairah ekonomi dan tingginya kerinduan masyarakat untuk merayakan hari raya di kampung halaman.

Sektor perkeretaapian mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 14,05%, disusul oleh angkutan penyeberangan yang melonjak 15,54%. Angkutan udara dan laut juga masing-masing mencatatkan pertumbuhan positif di atas 5%. Kenaikan ini menuntut kesiagaan ekstra dari para petugas di lapangan untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.

Volume Kendaraan Pribadi di Jalan Tol Meningkat

Tidak hanya angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi melalui jalan tol juga terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Tercatat sebanyak 1.383.338 kendaraan meninggalkan wilayah Jakarta sejak H-8 hingga H-2 Lebaran. Jumlah tersebut naik sekitar 5,27% dibandingkan volume kendaraan pada musim mudik tahun lalu.

Pihak kepolisian dan Jasa Marga terus melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan di titik-titik leher botol (bottleneck). Di sisi lain, jumlah kendaraan yang masuk ke arah Jakarta tercatat sebanyak 917.512 unit dalam periode yang sama. Fokus pengamanan kini mulai bergeser untuk mempersiapkan arus balik yang diprediksi tidak kalah padat.