Uptodai.com - Dampak buruk hujan deras yang mengguyur semalaman terlihat jelas di Kota Tangerang. Ratusan rumah di Perumahan Pinang Griya, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, terendam banjir setelah Tanggul Kali Angke jebol Tangerang pada Jumat dini hari. Air bah yang meluap tidak hanya menggenangi jalan kompleks, tetapi juga menerobos masuk setelah menjebol tembok sejumlah rumah warga.

Peristiwa nahas ini sontak membuat ribuan kepala keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Debit air yang meningkat drastis mengakibatkan struktur penahan di pinggir kali tidak mampu menahan tekanan. Akibatnya, air mencari jalan keluar dan membanjiri permukiman padat penduduk tersebut.

Kronologi Jebolnya Tanggul Kali Angke

Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, menjelaskan bahwa insiden jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Peningkatan volume air di Kali Angke memang terjadi signifikan menyusul intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis malam. Tekanan air yang ekstrem akhirnya meruntuhkan tanggul yang posisinya sangat berdekatan dengan area perumahan warga.

“Jarak antara rumah warga dengan tanggul itu sangat dekat, hampir menempel. Ketika tanggul tidak kuat menahan, air langsung masuk dan mencari celah, bahkan menjebol tembok,” terang Adityo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Jumat (23/1/2026).

Meskipun arus air terlihat sangat deras dan merusak, Adityo memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Ia menambahkan, salah satu rumah yang temboknya jebol dan menjadi jalur utama masuknya air ke perumahan ternyata dalam kondisi kosong atau tidak berpenghuni. Hal ini sedikit mengurangi risiko jatuhnya korban.

Dalam rekaman video yang sempat beredar, terlihat jelas bagaimana limpasan air dari Kali Angke mengalir deras melalui celah tembok yang rusak. Aliran air tersebut bahkan mencapai ketinggian jendela rumah, menunjukkan betapa kuatnya arus yang menerjang permukiman di Pinang Griya.

Ribuan Warga Terdampak dan Upaya Penanganan Darurat

Ketinggian air di dalam kompleks perumahan dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter. Data sementara mencatat, total ada 1.800 keluarga yang menjadi korban langsung dari musibah banjir Pinang Griya akibat tanggul jebol ini. Mereka tersebar di dua Rukun Warga (RW) yang paling parah terdampak, yakni RW 05 dan RW 06.

Melihat kondisi tersebut, upaya evakuasi korban banjir Kota Tangerang langsung dilakukan oleh tim gabungan. Warga yang rumahnya terendam telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, seperti balai warga setempat. Proses evakuasi berjalan lancar berkat kesigapan aparat.

Polisi, bersama personel TNI, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang langsung bergerak cepat mendirikan posko dan dapur lapangan. Fasilitas ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan logistik dan makanan para pengungsi terpenuhi selama masa darurat.

“Semua warga sudah kita ungsikan ke balai warga terdekat. Kami juga sudah mendirikan dapur lapangan untuk melayani mereka,” tegas Iptu Adityo. Ia menambahkan, seluruh personel gabungan tetap siaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan membantu proses pembersihan setelah banjir surut. Pemerintah daerah juga tengah mengkaji langkah-langkah darurat untuk perbaikan tanggul yang jebol.