Wabah Hantavirus Kapal MV Hondius: Kru Dikarantina di Rotterdam
Uptodai.com - Wabah hantavirus kapal MV Hondius kini memasuki babak baru setelah kapal pesiar mewah tersebut resmi bersandar di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada Senin (18/5/2026). Suasana pelabuhan tampak tegang saat otoritas kesehatan setempat mulai menyiapkan protokol ketat untuk menyambut kapal yang membawa duka tersebut. Kedatangan kapal ini membangkitkan memori kelam masa pandemi COVID-19 karena prosedur karantina yang sangat masif dan penjagaan yang sangat ketat.
Petugas dengan alat pelindung diri lengkap terlihat bersiaga di sekitar dermaga untuk memastikan tidak ada celah penularan ke wilayah daratan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat setelah laporan mengenai infeksi mematikan yang menyerang sistem pernapasan kru dan penumpang di atas kapal. Otoritas pelabuhan menegaskan bahwa keselamatan warga lokal menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus medis internasional ini.
Tragedi di Tengah Lautan dan Korban Jiwa
Kapal berbendera Belanda yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini awalnya mengangkut sekitar 150 orang dari 23 negara yang berbeda. Sayangnya, perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika virus mematikan mulai menyebar. Kasus pertama penyakit pernapasan berat terkait hantavirus ini secara resmi dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Mei lalu.
Hingga saat ini, tercatat tiga orang telah kehilangan nyawa akibat infeksi pernapasan berat yang dipicu oleh virus tersebut di atas kapal. Korban terdiri dari sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman yang tidak tertolong meski sempat mendapat bantuan medis. Kematian ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi penularan hantavirus dalam lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.
Otoritas kesehatan internasional terus memantau kemungkinan adanya penularan lebih lanjut dari wabah yang mengejutkan industri pariwisata ini. Para ahli medis sedang meneliti bagaimana virus tersebut bisa masuk ke dalam lingkungan kapal yang biasanya memiliki standar kebersihan tinggi. Penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh akan dilakukan segera setelah kapal dinyatakan aman untuk dimasuki tim investigasi.
Karantina Ketat Kru Kapal di Rotterdam
Sebanyak 23 awak kapal bersama dua tenaga medis tambahan kini harus menjalani pengawasan kesehatan yang sangat intensif setibanya mereka di pelabuhan. Otoritas pelabuhan Rotterdam telah menyediakan fasilitas karantina khusus bagi sebagian awak kapal yang bukan merupakan warga negara Belanda. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran dan memastikan kondisi kesehatan para kru terpantau setiap jam.
Para ahli kesehatan merekomendasikan masa karantina selama 42 hari untuk memastikan virus benar-benar hilang dari tubuh para kru yang tersisa. Durasi yang cukup lama ini diambil sebagai langkah preventif yang sangat hati-hati guna mencegah potensi penyebaran hantavirus ke masyarakat luas. Meskipun belum ada kepastian apakah seluruh masa karantina akan dihabiskan di darat, pemantauan ketat tetap diberlakukan tanpa pengecualian.
Kondisi psikologis para kru juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah Belanda dan organisasi kesehatan yang terlibat. Berada di atas kapal yang sempat dijuluki sebagai “kapal hantu” tentu memberikan tekanan mental yang besar bagi para pekerja migran tersebut. Tim konseling kabarnya akan dilibatkan untuk mendampingi para kru selama masa isolasi berlangsung di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk.
Proses Evakuasi dan Disinfeksi Menyeluruh
Sebelum mencapai Rotterdam, MV Hondius sempat terkatung-katung di lepas pantai Cape Verde karena dilarang bersandar oleh pemerintah setempat. Kekhawatiran akan risiko penularan yang dibawa oleh kapal tersebut membuat otoritas Cape Verde menutup akses bagi siapapun untuk turun ke darat. Situasi ini sempat membuat nasib para penumpang dan kru menjadi tidak menentu di tengah laut lepas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Uni Eropa akhirnya meminta Spanyol untuk mengoordinasikan proses evakuasi darurat di Kepulauan Canary. Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke negara masing-masing, kapal melanjutkan perjalanan menuju Belanda dengan kru minimum. Dua tenaga medis tambahan ditempatkan di atas kapal selama perjalanan tersebut untuk memantau perkembangan kesehatan awak yang tersisa.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah proses disinfeksi total pada setiap sudut ruangan di dalam kapal MV Hondius secara mendalam. Tim ahli akan menggunakan bahan kimia khusus untuk mensterilkan area kabin, sistem ventilasi udara, hingga ruang publik di atas kapal. Proses ini diharapkan dapat mematikan sisa-sisa virus yang mungkin masih menempel pada permukaan benda di dalam kapal sebelum kapal diizinkan beroperasi kembali.