Uptodai.com - Gelaran pameran kendaraan listrik PEVS 2026 siap menyapa masyarakat Indonesia pada akhir Oktober mendatang dengan membawa angin segar bagi industri otomotif ramah lingkungan. Ajang bergengsi ini akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026. Melalui pameran ini, penyelenggara berkomitmen untuk terus mendorong adopsi kendaraan bebas emisi di tanah air.

Pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia memang sedang berada dalam tren yang sangat positif. Kehadiran berbagai produsen baru, terutama dari Asia, membuat pilihan konsumen semakin beragam dan kompetitif. Oleh karena itu, pameran ini menjadi momentum penting untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut tetap stabil.

Optimisme Pasar Lewat Pameran Mobil Listrik PEVS 2026

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, mengungkapkan bahwa tren penjualan kendaraan ramah lingkungan terus melonjak tajam. Sebagai gambaran, penjualan mobil listrik secara nasional pada tahun 2024 baru menyentuh angka sekitar 43 ribu unit. Namun, angka tersebut langsung meroket hingga mencapai 104 ribu unit sepanjang tahun 2025.

Lompatan yang sangat signifikan ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi semakin kuat. Periklindo pun merasa sangat optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Moeldoko meyakini bahwa angka penjualan pada tahun ini akan mencetak rekor baru yang jauh lebih tinggi.

Pemerintah juga terus mendukung perkembangan ini melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang semakin merata di berbagai daerah. Selain itu, berbagai insentif pajak yang diberikan turut merangsang minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional. Faktor-faktor pendukung inilah yang membuat pelaksanaan pameran mobil listrik PEVS 2026 menjadi sangat krusial.

Target Transaksi PEVS 2026 dan Edukasi Tanpa Tiket Masuk

Pihak penyelenggara menetapkan target transaksi PEVS 2026 sebesar Rp500 miliar selama empat hari penyelenggaraan. Angka ini memang terlihat lebih rendah jika kita bandingkan dengan realisasi transaksi tahun 2025 yang menembus Rp987 miliar. Namun, target tahun ini dinilai jauh lebih realistis karena pameran kali ini berdiri sendiri tanpa kolaborasi dengan pameran lain.

Project Manager PEVS 2026, Rudi MF, menjelaskan bahwa capaian tinggi pada tahun lalu terjadi karena kolaborasi erat dengan Asiabike Jakarta. Meskipun demikian, Dyandra Promosindo selaku promotor tetap optimis pameran mandiri ini mampu memberikan dampak ekonomi yang besar. Mereka telah menyiapkan berbagai program penjualan menarik untuk memanjakan para pengunjung yang datang.

Guna menarik minat masyarakat luas, panitia mengambil langkah berani dengan menggratiskan tiket masuk selama pameran berlangsung. Kebijakan ini bertujuan untuk menghapus batasan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat teknologi transportasi masa depan. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai inovasi terbaru, mulai dari sepeda motor listrik ringkas hingga mobil keluarga berbasis baterai.

Sinergi Bisnis dan Peningkatan Jumlah Pengunjung

Tidak hanya menyasar konsumen ritel, pameran ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem industri dari hulu ke hilir. Penyelenggara menyediakan program khusus business matching yang memfasilitasi pertemuan bisnis ke bisnis (B2B), bisnis ke pemerintah (B2G), dan bisnis ke konsumen (B2C). Langkah strategis ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi baru yang mempercepat lokalisasi komponen kendaraan listrik.

Pada edisi sebelumnya, pameran ini sukses menyedot perhatian sebanyak 49.876 pengunjung, atau naik sekitar 23 persen dari tahun sebelumnya. Dengan kebijakan tiket gratis dan program interaktif yang lebih padat, jumlah pengunjung tahun ini diprediksi akan kembali melonjak drastis. Kehadiran PEVS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang jualan, melainkan juga pusat edukasi teknologi hijau terbesar di Indonesia.