Uptodai.com - Momen keberangkatan pesawat Timnas Brasil menuju turnamen terakbar di dunia diwarnai dengan aksi simbolis yang sangat menarik perhatian publik. Sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Galeão di Rio de Janeiro pada Senin (1/6/2026), armada udara tersebut menjalani ritual baptisan air yang meriah. Ritual unik ini diinisiasi oleh petugas bandara setempat setelah mendapatkan lampu hijau dari Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air hingga membentuk lengkungan raksasa di atas landasan pacu. Pesawat Boeing 767-300ER yang membawa rombongan Selecao kemudian melintas perlahan di bawah guyuran air tersebut. Tradisi “water salute” ini langsung menjadi viral di media sosial dan memicu gelombang dukungan luar biasa dari para suporter di seluruh penjuru dunia.

Makna Spiritual di Balik Tradisi Water Salute

Dalam dunia penerbangan, ritual siraman air ini sebenarnya merupakan simbol penghormatan dan doa keselamatan untuk perjalanan bersejarah. Bagi masyarakat Brasil, momen ini dimaknai jauh lebih mendalam sebagai simbol restu spiritual agar tim kesayangan mereka mampu membawa pulang trofi emas. Publik berharap ritual ini menjadi awal yang baik untuk mengakhiri puasa gelar juara dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun sejak kemenangan terakhir mereka pada edisi 2002 silam.

Pesawat yang disewa khusus untuk perjalanan ini juga memiliki nilai sejarah dan kemewahan tersendiri. Burung besi bernilai sekitar Rp3,6 triliun ini menggunakan livery khusus berlogo CBF dan dioperasikan oleh maskapai Aeronexus. Menariknya, pesawat jet mewah ini sebelumnya pernah disewa oleh grup band rock legendaris, Rolling Stones, saat menjalani tur dunia mereka pada tahun 2022.

Tantangan Besar di Piala Dunia 2026

Langkah Brasil di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dipastikan tidak akan mudah. Tekanan publik sangat tinggi mengingat Selecao selalu dianggap sebagai favorit juara dalam setiap turnamen sepak bola global. Tim asuhan pelatih kepala saat ini dituntut untuk langsung menunjukkan performa terbaik sejak fase grup demi menjaga asa juara.

Kabar Buruk Cedera Neymar

Sayangnya, di tengah atmosfer optimisme yang membubung tinggi, kabar kurang sedap datang dari sang megabintang, Neymar. Penyerang andalan sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil tersebut dilaporkan mengalami cedera otot betis tingkat dua. Dokter tim nasional, Rodrigo Lasmar, mengonfirmasi bahwa proses pemulihan Neymar akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga pekan ke depan.

Absennya Neymar di laga pembuka tentu menjadi pukulan telak bagi strategi permainan Selecao di atas lapangan hijau. Kendati demikian, kedalaman skuad Brasil yang dihuni banyak talenta muda berbakat diharapkan mampu menutupi kekosongan tersebut. Ujian pertama ini akan membuktikan apakah persiapan spiritual dan teknis mereka mampu menghasilkan trofi yang sudah lama dinantikan.