Studi Ungkap Puncak Kemampuan Fisik Manusia Mentok di Usia 35
Uptodai.com - Sebuah studi panjang yang telah berjalan hampir lima dekade mengungkap fakta menarik mengenai performa tubuh manusia. Data penelitian menunjukkan bahwa puncak kemampuan fisik manusia, yang meliputi daya tahan dan kekuatan, umumnya mencapai batas maksimal pada usia 35 tahun.
Setelah melewati usia tersebut, kondisi fisik akan mulai merosot secara perlahan, bahkan bagi individu yang tetap aktif berolahraga. Temuan ini diperoleh dari Studi Aktivitas Fisik dan Kebugaran Swedia (SPAF), yang mulai mencatat kondisi ratusan responden di Swedia sejak mereka berusia 16 tahun pada 1974.
SPAF mengumpulkan data kebugaran dan kekuatan fisik dalam lima interval pengamatan selama 50 tahun. Pengukuran dilakukan saat responden berusia 16, 27, 34, 52, dan 63 tahun, memberikan gambaran utuh tentang lintasan kemampuan fisik sepanjang kehidupan dewasa.
Batas Maksimal Kekuatan dan Ketahanan Otot
Laporan penelitian tersebut secara jelas menggambarkan bahwa ketahanan otot dan kapasitas aerobik manusia mencapai titik tertinggi pada rentang usia 26 hingga 36 tahun. Hal ini berlaku sama, baik untuk pria maupun wanita, menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak menjadi faktor signifikan dalam menentukan batas puncak ketahanan umum.
Setelah melewati batas usia emas tersebut, penurunan kondisi fisik mulai terasa. Penurunan ini tidak terjadi secara linier, melainkan semakin cepat seiring bertambahnya usia.
Awalnya, kemampuan fisik hanya turun sekitar 0,3 persen per tahun. Namun, laju penurunan ini kemudian meningkat menjadi 0,6 persen, bahkan bisa mencapai 2,5 persen setiap tahun ketika seseorang memasuki usia paruh baya.
Perbedaan Puncak Kekuatan Otot Pria dan Wanita
Meskipun kapasitas aerobik dan daya tahan otot memiliki puncak yang serupa, studi SPAF mencatat adanya satu perbedaan mencolok yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, yakni pada kekuatan otot murni. Pria dilaporkan mencapai puncak kekuatan otot mereka pada usia yang relatif lebih matang, yaitu sekitar 27 tahun.
Sebaliknya, wanita mencapai titik kekuatan otot tertinggi jauh lebih awal, yakni pada usia 19 tahun. Menariknya, terlepas dari perbedaan usia puncak ini, laju penurunan kekuatan otot pada kedua jenis kelamin terjadi dengan kecepatan yang hampir sama.
Rata-rata penurunan kekuatan otot berkisar antara 0,2 persen hingga 0,5 persen per tahun. Ketika responden mencapai usia 63 tahun, kekuatan otot mereka telah menyusut secara signifikan, berada dalam kisaran 30 persen hingga 48 persen dari kondisi puncak.
Strategi Menahan Laju Penurunan Kemampuan Fisik
Para peneliti menegaskan bahwa meskipun penurunan kemampuan fisik merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari, kecepatan merosotnya fungsi tubuh tersebut masih dapat dikendalikan melalui aktivitas fisik yang teratur. Olahraga menjadi kunci utama untuk menjaga kondisi fisik setelah 35.
Maria Westerståhl dari Departemen Kedokteran Laboratorium di Karolinska Institute menyoroti pentingnya kebiasaan berolahraga sejak dini. Individu yang aktif secara fisik sebagai hobi sejak usia 16 tahun terbukti mampu mempertahankan daya tahan otot, kekuatan, dan kapasitas aerobik yang jauh lebih tinggi sepanjang periode pengamatan.
Oleh karena itu, dorongan untuk beraktivitas fisik pada masa remaja dan dewasa awal sangat krusial sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Aktivitas fisik yang konsisten membantu tubuh membangun cadangan kemampuan yang lebih besar sebelum fase penurunan dimulai.
Bahkan bagi mereka yang baru mulai aktif berolahraga pada usia dewasa, manfaatnya tetap signifikan. Studi menunjukkan bahwa individu yang baru aktif di usia lebih tua masih bisa memiliki kemampuan fisik yang 10 persen lebih baik dibandingkan mereka yang sama sekali tidak berolahraga.
“Tak pernah terlambat untuk mulai aktif berolahraga,” ujar Westerståhl. “Studi kami secara jelas menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat secara efektif mengurangi laju penurunan performa, meskipun kita tidak bisa menghentikannya sepenuhnya.”