1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Puncak Mudik H-3 Melonjak
Uptodai.com - Gelombang kendaraan tinggalkan Jabotabek terus mengalir deras menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.483.703 unit kendaraan telah keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak 11 hingga 18 Maret 2026.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan, yakni mencapai 30,1 persen jika bersanding dengan volume lalu lintas normal. Biasanya, pergerakan kendaraan pada periode yang sama hanya menyentuh kisaran 1,14 juta unit saja. Kenaikan ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk pulang ke kampung halaman lebih awal.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebutkan bahwa jumlah ini baru mencakup sekitar 42 persen dari total proyeksi arus mudik tahun ini. Pihaknya memperkirakan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan terus memadati ruas tol hingga akhir periode libur Lebaran nanti. Petugas di lapangan terus bersiaga mengantisipasi sisa gelombang pemudik yang belum berangkat.
Dominasi Arus Mudik ke Arah Trans Jawa dan Bandung
Mayoritas masyarakat memilih bergerak menuju arah timur untuk merayakan lebaran bersama keluarga besar. Data menunjukkan sebanyak 788.710 kendaraan atau sekitar 53,1 persen mengarah ke Trans Jawa dan Bandung. Jalur ini tetap menjadi primadona sekaligus titik perhatian utama bagi pengelola jalan tol.
Jalur Trans Jawa menjadi titik paling padat, terutama di Gerbang Tol Cikampek Utama yang mencatat 523.223 unit kendaraan. Volume lalu lintas Trans Jawa di titik ini melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Kepadatan ini memicu petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara ekstra ketat.
Sementara itu, arus kendaraan yang menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat mencapai 265.487 unit. Meski tidak sedrastis arah Jawa Tengah, angka ini tetap mengalami kenaikan tipis sebesar 6,8 persen dari kondisi normal. Jalur ini didominasi oleh pemudik jarak pendek dan wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di Kota Kembang.
Pergerakan Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Menuju Merak dan Puncak
Sektor barat juga tidak luput dari kepadatan seiring banyaknya pemudik yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatera. Tercatat sebanyak 402.945 kendaraan atau 27,2 persen bergerak menuju arah Merak melalui jalan tol. Antrean di gerbang tol menuju pelabuhan mulai terlihat memanjang pada jam-jam tertentu.
Volume kendaraan pada jalur barat ini tercatat meningkat sekitar 4,7 persen dari kondisi normal harian. Hal ini menunjukkan tren pergerakan masyarakat menuju Sumatera yang tetap stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Koordinasi dengan pihak pelabuhan terus dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area kantong parkir.
Untuk arah selatan atau kawasan Puncak melalui Ciawi, Jasa Marga mencatat sebanyak 292.048 kendaraan telah melintas. Jalur wisata sekaligus jalur mudik alternatif ini mengalami kenaikan volume sebesar 3,8 persen. Petugas kepolisian setempat telah menyiapkan skema ganjil genap dan satu arah untuk mengurai kepadatan di jalur menanjak tersebut.
Rekor Puncak Arus Mudik pada H-3 Lebaran
Puncak arus mudik sementara terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, atau tepat pada H-3 sebelum Idul Fitri. Pada hari tersebut, sebanyak 270.315 unit kendaraan tinggalkan Jabotabek secara serentak dalam waktu 24 jam. Fenomena ini menciptakan kepadatan yang cukup panjang di beberapa titik krusial jalan tol.
Lonjakan pada hari puncak tersebut mencapai angka fantastis, yakni 98,3 persen lebih tinggi dari lalu lintas normal harian. Selain itu, angka ini juga melampaui catatan puncak mudik tahun sebelumnya dengan kenaikan sebesar 4,62 persen. Pihak otoritas jalan tol mengakui bahwa volume kendaraan tahun ini memang melampaui ekspektasi awal.
Guna mengurai kepadatan yang terjadi, pihak kepolisian bersama Jasa Marga menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Kebijakan one way nasional hingga contraflow menjadi senjata utama untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Langkah diskresi ini diambil berdasarkan pantauan visual dan data volume kendaraan yang masuk ke gerbang tol utama.
Kesiapan Fasilitas dan Rest Area di Jalur Mudik
Rivan A. Purwantono menegaskan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini bersifat dinamis mengikuti perkembangan di lapangan. Petugas terus memantau pergerakan kendaraan melalui CCTV dan laporan langsung dari personel secara real-time. Hal ini bertujuan agar keputusan pembukaan atau penutupan jalur dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Selain pengaturan jalan, Jasa Marga juga memberikan perhatian khusus pada fasilitas pendukung seperti tempat istirahat. Sebanyak 64 rest area telah beroperasi penuh, termasuk lima titik fungsional yang disiapkan khusus untuk musim mudik ini. Penambahan fasilitas toilet portable dan area parkir juga dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Untuk mencegah penumpukan di dalam tol, pengelola jalan tol juga menyiapkan 10 lokasi SPBU alternatif di luar jalur utama Trans Jawa. Fasilitas tambahan ini diharapkan mampu memberikan opsi bagi pemudik agar tidak berkumpul di satu titik saja saat mengisi bahan bakar. Strategi ini terbukti cukup efektif mengurangi antrean panjang di bahu jalan tol.
Jasa Marga terus mengimbau para pemudik untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh. Penggunaan aplikasi perjalanan untuk memantau saldo e-toll dan informasi lalu lintas terkini sangat disarankan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama agar momen Lebaran dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan di kampung halaman.