SBY Dukung Penuh Prabowo: Keberhasilan Pemerintah adalah Keberhasilan Rakyat
Uptodai.com - Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dukung penuh Prabowo Subianto dan menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya pemerintahan mendatang. SBY menekankan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan nasional merupakan tanggung jawab kebangsaan yang fundamental demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Pernyataan penting ini disampaikan SBY dalam acara Yudhoyono Dialogue Forum yang mengusung tema “New Economy, New Road to Prosperity”. Forum bergengsi tersebut diselenggarakan di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026), dihadiri oleh berbagai tokoh nasional.
Dukungan Penuh SBY untuk Keberhasilan Pemerintah Prabowo
Di hadapan para pengusaha, tokoh pemerintahan, dan akademisi yang hadir, SBY menegaskan bahwa ia akan terus memberikan bantuan dan dukungan dengan segala cara yang ia miliki. Tujuannya adalah memastikan visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik,” ujar SBY dengan tegas. Ia lantas menambahkan sebuah prinsip penting: “Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua.”
Bagi Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat ini, tantangan ekonomi di masa depan menuntut Indonesia untuk segera melakukan adaptasi radikal. Adaptasi tersebut harus menuju model Ekonomi Baru yang lebih tangguh dan berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan yang reaktif.
Tiga Prinsip Utama Agar Gagasan Besar Menjadi Kenyataan
Berbekal pengalaman memimpin negara selama satu dekade, SBY menawarkan tiga prinsip utama agar gagasan besar yang dimiliki pemerintahan tidak berhenti menjadi sekadar jargon. Tiga prinsip ini wajib dipegang teguh untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas kebijakan.
Right, Deep, and Comprehensive Thinking: Pola Pikir yang Benar
Prinsip pertama yang ditekankan SBY adalah Right, Deep, and Comprehensive Thinking. Menurutnya, memajukan bangsa harus dimulai dari pola pikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh.
Hal ini berarti bahwa kebijakan yang diambil tidak boleh hanya bersifat reaktif terhadap masalah jangka pendek. Sebaliknya, dibutuhkan strategi yang matang, terencana, dan mampu menjawab tantangan struktural dalam jangka waktu yang panjang.
Pentingnya Implementasi Nyata di Lapangan
Prinsip kedua adalah pentingnya Implementasi Nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus atau yang ia sebut beautiful minds tidak akan berdampak positif tanpa eksekusi yang efektif di lapangan. Pelaksanaan yang kuat sangat krusial agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Eksekusi yang efektif memerlukan koordinasi yang solid antarlembaga. Selain itu, dibutuhkan monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan dampak yang direncanakan.
Kontinuitas dan Konsistensi Kebijakan Jangka Panjang
Prinsip terakhir yang diusung SBY adalah Kontinuitas dan Konsistensi. Negara sangat membutuhkan prediktabilitas kebijakan agar investor dan masyarakat merasa aman dan yakin terhadap arah pembangunan.
Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, tidak hanya lima tahun, melainkan hingga 10 atau bahkan 15 tahun ke depan. Konsistensi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional Prabowo yang berkelanjutan.
Menuju Pertumbuhan yang Berkeadilan
Dalam konteks peningkatan kesejahteraan rakyat, SBY menyoroti pentingnya sustainable growth with equity atau pertumbuhan yang berkeadilan. Konsep ini menuntut ekonomi untuk tumbuh tinggi, namun pada saat yang sama wajib menciptakan lapangan kerja yang luas dan berkualitas.
Pertumbuhan yang berkeadilan juga harus mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. Selain itu, aspek kelestarian lingkungan tidak boleh diabaikan demi menjamin kualitas hidup generasi mendatang.
Konsep Ekonomi Baru yang diusung dalam forum ini harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif. Hal ini penting agar Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya dan mampu berkompetisi di kancah global pada abad ke-21.
Yudhoyono Dialogue Forum ini diselenggarakan oleh lembaga pemikiran The Yudhoyono Institute (TYI). Forum ini bertujuan sebagai wadah bertukar pikiran dan pengalaman bagi berbagai tokoh nasional, termasuk di antaranya pengusaha Dr. Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri, serta mantan Menteri Pendidikan Prof. Mohammad Nuh.