Serangan Udara Amerika Serikat Hancurkan Pusat AI Iran di Teheran
Uptodai.com - Serangan udara Amerika Serikat ke Iran menyisakan puing-puing kehancuran di jantung pendidikan tinggi Teheran, tepatnya di Universitas Teknologi Sharif. Rudal-rudal tersebut menghantam fasilitas vital yang menjadi pusat pengembangan teknologi masa depan negara tersebut pada Selasa (7/4/2026).
Bendera Iran tampak berkibar lesu di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan dahsyat. Serangan ini secara spesifik menyasar pusat data kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi kebanggaan akademik dan riset strategis Iran.
Kantor berita WANA melaporkan bahwa hantaman rudal menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur utama yang mendukung seluruh kegiatan akademik. Mahasiswa yang berada di lokasi menyaksikan bagaimana fasilitas canggih mereka berubah menjadi tumpukan beton dalam sekejap.
Kerusakan Fasilitas Riset dan Pusat Data AI
Gangguan besar kini membayangi aktivitas pendidikan dan penelitian di universitas yang sering dijuluki sebagai “MIT-nya Iran” tersebut. Para peneliti mengkhawatirkan hilangnya data-data penting dalam pengembangan Teknologi AI yang sedang mereka rintis.
Seorang mahasiswa mengungkapkan kepada media lokal bahwa pusat data kampus benar-benar lumpuh total. Hal ini secara otomatis menghentikan berbagai proyek riset penting yang melibatkan ribuan akademisi dan tenaga ahli di universitas tersebut.
Selain pusat data, beberapa laboratorium sains lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang cukup berat. Pihak universitas masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian materiil akibat bombardir militer ini.
Keajaiban di Tengah Reruntuhan Kampus
Di tengah pemandangan yang memilukan, terdapat satu bangunan yang tetap berdiri tegak meski dikelilingi oleh puing-puing bangunan yang hancur. Masjid yang terletak di dalam kompleks Universitas Teknologi Sharif dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan.
Kondisi ini sangat kontras dengan gedung-gedung di sekitarnya yang rata dengan tanah akibat hantaman rudal. Beberapa buku akademik terlihat berserakan di atas tanah, menjadi saksi bisu terhentinya denyut nadi ilmu pengetahuan akibat Konflik Timur Tengah yang kian memanas.
Rektor Universitas Sharif mengecam keras aksi militer ini dan menyebutnya sebagai serangan pengecut terhadap peradaban manusia. Ia menegaskan bahwa semangat ilmu pengetahuan Iran tidak akan pernah padam meskipun fasilitas fisik mereka dihancurkan secara brutal.
Respons Keras Pemerintah Iran Terhadap Agresi
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, langsung bereaksi keras menanggapi serangan yang melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat tersebut. Melalui platform media sosial X, ia menyatakan bahwa para agresor akan segera merasakan kekuatan balasan dari pihak Teheran.
Araqchi menuduh bahwa serangan ini merupakan hasil koordinasi erat antara pihak Amerika Serikat dan Israel untuk melemahkan posisi Iran. Ketegangan diplomatik kedua negara kini berada di titik nadir seiring dengan ancaman balasan yang terus didengungkan.
Sementara itu, Menteri Sains Iran mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa serangan ini bukan hanya menyasar satu titik. Ia menuduh setidaknya ada 30 universitas di seluruh negeri yang telah menjadi target serangan dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung.
Masyarakat internasional kini menaruh perhatian besar pada bagaimana Keamanan Internasional akan terdampak oleh eskalasi ini. Dunia sedang menunggu langkah selanjutnya dari pemerintahan Donald Trump terkait dampak luas dari serangan yang menghancurkan pusat sains tersebut.