Uptodai.com - Arus balik Lebaran di Nagreg terpantau masih menunjukkan intensitas yang sangat tinggi meskipun masa libur mulai mendekati akhir. Hingga Selasa sore, gelombang kendaraan dari arah timur yang menuju Bandung dan Jakarta terus mengalir tanpa henti. Kondisi ini memaksa petugas di lapangan untuk bekerja ekstra keras dalam mengatur ritme lalu lintas agar tetap bergerak.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, tercatat puluhan ribu kendaraan telah melintasi kawasan ini sejak siang hari. Pihak berwenang terus memantau pergerakan dari posko utama untuk memastikan tidak ada penumpukan yang mengunci jalur. Jalur Nagreg tetap menjadi titik paling menantang sekaligus favorit bagi para pemudik di lintas selatan Jawa Barat.

Lonjakan Volume Kendaraan Menuju Arah Bandung

Pejabat Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric A. Prabowo, mengungkapkan bahwa sebanyak 76.336 kendaraan telah melintas menuju arah Bandung hingga pukul 15.00 WIB. Angka ini menegaskan bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran masih berada pada level yang signifikan. Mayoritas pengendara merupakan kaum urban yang hendak kembali ke rutinitas pekerjaan di pusat kota.

Dari total volume tersebut, kendaraan roda dua atau sepeda motor masih mendominasi pergerakan dengan jumlah mencapai 44.643 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat atau mobil pribadi tercatat sebanyak 31.122 unit yang melintasi aspal Nagreg. Tingginya populasi sepeda motor di jalur ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengemudi lainnya guna menghindari insiden di jalan.

Meskipun angka tersebut terlihat besar, Eric menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat penurunan volume jika dibandingkan dengan periode 24 jam sebelumnya. Pada hari kemarin, jumlah kendaraan yang meluncur ke arah Bandung sempat menyentuh angka fantastis, yakni 148.266 unit. Penurunan ini menandakan bahwa puncak arus balik mungkin sudah terlewati, namun sisa kepadatan tetap perlu diantisipasi.

Tren Arus Balik Jalur Selatan Meningkat

Secara keseluruhan, tren arus mudik dan balik pada tahun ini mengalami kenaikan yang cukup terasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jalur selatan kini semakin diminati oleh masyarakat karena aksesibilitasnya yang menghubungkan banyak daerah kunci di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal ini tentu berdampak langsung pada beban jalan yang semakin berat setiap musim mudik tiba.

“Terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kami memprediksi puncak arus masih akan berlangsung dalam waktu dekat,” ujar Eric saat memberikan keterangan resmi. Pihaknya memprediksi bahwa sisa pemudik yang masih berada di kampung halaman akan segera melakukan perjalanan balik dalam satu dua hari ke depan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel di titik-titik rawan tetap menjadi prioritas utama.

Strategi Kepolisian Mengurai Kepadatan Lalu Lintas

Guna mengantisipasi kemacetan panjang, pihak kepolisian mulai menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di lapangan. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah menahan sementara arus kendaraan yang datang dari arah Nagreg menuju Tasikmalaya. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan prioritas penuh bagi kendaraan dari arah timur agar bisa mengalir lancar menuju Bandung.

Skema pengaturan lalu lintas ini dilakukan secara fleksibel dengan melihat kondisi riil di jalan raya. Petugas kepolisian seringkali menerapkan sistem buka-tutup jalan untuk memecah antrean kendaraan di titik-titik penyempitan. Kerja sama antara Dishub dan kepolisian menjadi kunci utama agar arus balik Lebaran di Nagreg tidak mengalami stagnasi total.

Di sisi lain, pergerakan kendaraan ke arah sebaliknya atau menuju Tasikmalaya juga terpantau masih cukup ramai dengan catatan 48.419 kendaraan. Dishub mengimbau para pengendara untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mengecek kelaikan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik agar tidak menghambat laju kendaraan di gerbang tol atau titik pemeriksaan.