Jangan Sampai Salah! Ini Larangan Penggunaan Power Bank di Pesawat
Uptodai.com - Kenyamanan bepergian menggunakan pesawat kini harus diiringi dengan kewaspadaan ekstra terhadap barang bawaan, terutama perangkat elektronik portabel. Baru-baru ini, sejumlah maskapai penerbangan besar, khususnya yang tergabung dalam Grup Hanjin, mulai memberlakukan kebijakan tegas mengenai larangan penggunaan power bank di pesawat selama penerbangan berlangsung.
Aturan ketat ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk menjamin keselamatan penumpang dan kru, menyusul insiden serius yang dipicu oleh korsleting baterai portabel di dalam kabin pesawat.
Latar Belakang Keputusan: Insiden Kebakaran Baterai
Langkah pelarangan total penggunaan baterai portabel ini merupakan respons langsung terhadap peningkatan kekhawatiran keselamatan penerbangan global. Pemicu utamanya adalah insiden yang terjadi pada Januari tahun lalu, ketika sebuah pesawat penumpang Air Busan mengalami kebakaran kecil akibat korsleting pada baterai portabel milik penumpang.
Insiden tersebut menunjukkan betapa cepatnya risiko kebakaran dapat menyebar di lingkungan kabin yang tertutup. Oleh karena itu, Grup Hanjin, yang menaungi Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul, secara serentak mengumumkan larangan keras penggunaan power bank.
Seorang pejabat Korean Air menyatakan bahwa larangan total penggunaan baterai portabel selama penerbangan merupakan langkah yang tidak terhindarkan. Mereka menekankan bahwa keselamatan operasional penerbangan adalah prioritas utama dan meminta kerja sama penuh dari seluruh penumpang untuk mematuhi kebijakan baru ini.
Larangan Total Penggunaan, Tapi Boleh Dibawa
Kebijakan baru ini secara spesifik melarang penumpang menggunakan baterai portabel untuk mengisi daya semua perangkat elektronik. Perangkat yang termasuk dalam larangan pengisian daya ini meliputi ponsel, tablet, laptop, dan kamera.
Meskipun penggunaan power bank dilarang total selama penerbangan, penumpang masih diperbolehkan membawa baterai portabel ke dalam pesawat. Namun, ada syarat ketat yang harus dipenuhi, terutama terkait batas jumlah dan kapasitas sesuai dengan peraturan bagasi kabin internasional.
Selain Grup Hanjin, hampir semua maskapai penerbangan Korea lainnya kini telah mengikuti langkah serupa. Eastar Jet dan Jeju Air telah lebih dulu memperkenalkan aturan ini, dan maskapai lain seperti T’way Air, Parata Air, serta Aero K diperkirakan akan segera menerapkan kebijakan yang sama.
Aturan Ketat Penyimpanan Baterai Portabel
Untuk memastikan cara aman simpan power bank di pesawat, maskapai mewajibkan penumpang melakukan tindakan pencegahan khusus guna mencegah terjadinya korsleting. Aturan ini harus dipatuhi sebelum penumpang naik ke pesawat.
Pertama, terminal pada baterai wajib ditempel dengan isolasi listrik atau disimpan secara terpisah di dalam kantong plastik atau kantong pelindung yang tahan api. Korean Air bahkan menyediakan selotip khusus bagi penumpang di konter check-in, gerbang keberangkatan, dan di dalam kabin untuk memfasilitasi pencegahan ini.
Kedua, setelah berada di dalam pesawat, lokasi penyimpanan power bank juga diatur secara ketat. Baterai harus selalu berada dalam jangkauan penumpang, yaitu disimpan di tangan, di saku kursi, atau di bawah kursi depan.
Penumpang dilarang keras menyimpan baterai portabel di tempat penyimpanan di atas kepala (overhead compartment). Hal ini disebabkan karena keterlambatan dalam merespons tanda-tanda abnormal, seperti panas berlebih atau asap, yang dapat terjadi di tempat penyimpanan yang jauh dari pengawasan langsung, berpotensi mengakibatkan kecelakaan serius.
Sebagai langkah mitigasi tambahan, setiap pesawat juga diwajibkan untuk membawa setidaknya dua tas penyimpanan tahan api. Tas ini berfungsi sebagai alat darurat untuk mengisolasi dan menahan baterai yang mengalami korsleting atau mulai mengeluarkan asap di tengah penerbangan.
Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran penerbangan. Penumpang diimbau untuk selalu memeriksa kapasitas power bank mereka sebelum bepergian dan memastikan prosedur penyimpanan yang benar agar perjalanan tetap aman dan nyaman.